Friday, June 28, 2013

Penyebab Penyakit AIDS & Pencegahannya

Aids(Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu penyakit yang diakibatkan infeksi yang nampak dikarenakan sistem kekebalan tubuh manusia sudah rusak dikarenakan infeksi dari virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) ataupun  virus-virus lain yang serupa. Virus ini mengakibatkan kekebalan tubuh manusia jadi lemah. Biasanya Manusia yang telah terinfeksi virus ini dapat jadi rawan terkena tumor serta infeksi oportunistik. penanganan penyakit HIV cuma dapat memperlambat penyebaran virus HIV namun tidak dapat betul-betul menyembuhkannya.

Virus HIV ini hanya dapat ditularkan dengan cara  :
1.       Kontak langsung antara lapisan kulit dalam,
2.      Cairan tubuh (Cairan tubuh itu bisa berupa darah, cairan vagina, air mani, cairan preseminal dan bahkan air susu ibu) yang mengandung virus HIV,
3.      Aliran darah atau cairan tubuh yang mengandung virus HIV di dalamnya.

Penularan virus HIV seperti diatas hanya bisa ditularkan melalui hubungan intim yang dilakukan secara vaginal, oral dan anal, jarum suntik yang sudah terkontaminasi, transfusi darah dan ibu dan bayi dalam masa kehamilan, bersalin dan menyusui.


Gejala orang penderita Penderita penyakit AIDS biasanya mempunyai gejala infeksi sistemik ( seperti berat badan turun, pembengkakan kelenjar, demam, berkeringat khususnya pada malam hari, merasa kedinginan, badan lemah). Infeksi oportunistik pada penderita AIDS juga terjadi tergantung pada wilayah geografis tempat hidup sang penderita AIDS. Beberapa penyakit yang biasa menyertai penderita penyakit AIDS  diantaranya adalah sebagai berikut:

·         Penyakit paru-paru
·         Gangguan radang pada usus besar, gangguan radang pada retina mata.
·         Kanker dan tumor ganas
·         Penyakit saluran pencernaan utama
·         Penyakit syaraf dan kejiwaan utama

Sistem Tahapan Infeksi Virus HIV-AIDS
Berdasarkan World Health Organization (WHO), Penyakit AIDS memiliki empat tahapan yakni sebagai berikut:

·         Stadium I adalah infeksi HIV asimtomatik dan penyakit ini belum dikategorikan sebagai AIDS.
·         Stadium II adalah membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas terjadi berulang.
·         Stadium III adalah terjadi diare kronik selama lebih sebulan dan tidak dapat dijelaskan, infeksi bakteri parah dan tuberkolosis.
·         Stadium IV adalah termasuk di dalamnya toksoplasmosis otak, trakea, kandidiasis esofagus, bronkus atau paru-paru dan sarkoma kaposi. Ini adalah indikator AIDS.

Pencegahan Penyakit AIDS
Berikut beberapa cara pencegahan virus HIV supaya tidak tertular dan terjangkit penyakit AIDS :
·         Untuk mengurangi risiko kemungkinan virus HIV dan penyakit seksual lainnya dapat dicegah dengan kondom pria dan kondom wanita. Karena biasanya penyakit AIDS akan ditularkan oleh seseorang yang terkena virus HIV.
·         Orang perlu menggunakan jarum suntik yang baru untuk menghindari virus HIV yang mungkin sudah mengontaminasi. Penggunaan narkoba juga bisa meningkatkan risko penyakit AIDS karena bisa saja mereka saling bertukar jarum suntik yang sudah terkontaminasi.
·         Penularan dari ibu dan anak juga bisa terjadi. Oleh karena itu, obat antiretrovirus, bedah caesar, dan pemberian makanann formula akan membantu menurunkan risiko HIV-AIDS.

Sampai saat ini belum ada obat penyembuhan HIV-AIDS tetapi hanya memperlambat perkembangan virus tersebut saja. Misalnya dengan penggunaan obat anti-retrovirus dan vaksin serta pengobatan alternatif. Oleh karena itu, kita pun perlu waspada terhadap penularan virus HIV yang bisa menyebabkan penyakit AIDS.

Pentingnya Tes HIV-AIDS
Banyak yang tidak sadar mereka bisa saja terinfeksi virus HIV. Sebagai contoh di perkotaan Afrika, hanya kurang 1% yang melakukan tes HIV. Tes HIV mencakup imunoasai enzim HIV dan pengujian Western blot, hal ini dilakukan untuk pendeteksian antibodi HIV pada serum, plasma, carian mulut, urin pasien dan darah kering. Dibutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan agar mengetahui serokonversi dan hasil positif tes.

No comments:

Post a Comment